Maret 29, 2017

Aku sekarang

Aku sekarang
sudah punya gelar dibelakang namaku
Aku sekarang
sudah menjadi seorang anak yatim
Aku sekarang
sudah tidak memiliki eyang yang biasa membelaku
Aku sekarang
sudah lama tidak datang ke kampus
Aku sekarang
semakin punya banyak teman, bahkan keluarga
Aku sekarang
merindukan ayahku, bahkan juga ibuku
Aku sekarang
hampir 5 tahun menjalin hubungan dengan pacarku
Aku sekarang
makan nasi sehari satu kali
Aku sekarang
sudah bekerja di suatu perusahaan corporate
Aku sekarang
sulit merasakan indahnya weekend dan tanggal merah
Aku sekarang
sudah (sedikit) pandai bersyukur
Aku sekarang
sudah (sedikit) bisa menghargai perasaan orang lain
Aku sekarang
hampir setiap hari berhadapan langsung dengan orang banyak
Aku sekarang
berada di suatu kota, Surabaya
Aku sekarang
ingin pulang ke kotaku, Jakarta
Aku sekarang
berada di kosan
Aku sekarang
malas ke kantor
Aku sekarang
sadar akan sia-sianya mengeluh
Aku sekarang
paham akan beratnya suatu perjuangan
Aku sekarang
mengerti akan perjuangan yang tidak membohongi hasil
Aku sekarang
sudah lama tidak makan bubur ayam dan nasi uduk
Aku sekarang
belum sarapan
Aku sekarang
ingin menulis lagi (?)
Aku sekarang
Jadi tidak pandai menulis
Aku sekarang
Aku sekarang
Aku sekarang..


Hi, sudah 2 tahun ternyata ngga nulis disini. Apa kabar? Aku baik. baik sekali. hanya sedikit rindu dengan kampung halaman. apalagi jika mengingat banyaknya hal terjadi yang aku alami dari terakhir aku menulis disini. tidak hanya yang terjadi dan yang aku alami tapi bagaimana aku ber"proses" menjadi diriku saat ini, Aku sekarang..
Aku akan cerita disini langkah demi langkah. Kalau tidak malas, ya..


Mei 10, 2015

Doakan aku.

Hai. Sudah lebih dari setengah tahun ya ngga cerita disini. Lebih dari setengah tahun pula banyak banget kejadian yang saya alami. Banyak. Banget. Ternyata Allah masih ngasih kepercayaan ke saya untuk terus belajar bersyukur.


  • Februari kemarin, saya memasuki umur baru. 21. Tanggal 1 Februari masih selalu penuh keceriaan, sama seperti tahun lalu. Selama seminggu kedepannya saya juga masih dikasih kebahagiaan sama orang-orang yang sayang sama saya. Terima kasih banyak, Chandra, Wahab, Abas, Nihaya, Karlina, Cici, Yayah, Jenny, Meita, Maul, Jurik, Rete. Untuk waktu dan kesempatannya datang ke rumah, untuk kue dan hadiah-hadiahnya. Terima kasih tak terhingga juga buat Riri & Nurul. Untuk Mama & Papa, juga tak lupa Eyang Ti. Untuk segala kepercayaan dan doa kalian. Semoga Allah selalu melindungi kalian, selalu beri kalian kesehatan dan kebahagiaan. Amin.
  • Oia, Anggit udah skripsi sekarang, sudah dapat dosen pembimbing juga. tapi bab 1 juga belum kelar (disaat yang lain sudah siap wisuda) (panjang kalo diceritain disini tentang jurusan yang gangerti apa maunya). Doakan lancar, ya!
  • Papa keadaannya menurun semenjak drop dan harus rawat inap bulan maret lalu. Sekarang saya tidur bertiga sama papa & mama. Sekarang jadi shift malam, karena mama shift pagi sampai sore kalo Anggit kuliah atau ada urusan. Kadang senang kalau kami bisa tidur lelap hingga pagi menjelang. Papa udah capek katanya. Tapi bersyukur saya, mama, dan keluarga papa punya kekuatan untuk terus beri semangat ke papa. Papa katanya masih mau liat Anggit wisuda. Masih mau liat Anggit dapet kerja. Katanya papa mau Anggit punya uang banyak biar bisa berangkatin papa & mama haji. Doakan aku, ya!
  • Eyang Ti pun begitu. Sudah lansia terkadang ada saja yang ada dipikirannya. Kesehatannya juga menurun. Namun bersyukur, Ia masih semangat. Bersyukur anak-anaknya tidak absen memperhatikannya, cucu-cucunya makin hari makin sayang padanya, dan juga cicit nya yang saat ini menjadi penyemangat dan alasan dia dapat tersenyum pun tertawa lepas. Semoga Allah selalu beri ketenangan hati padanya.
  • Mama masih semangat, meskipun saya tau ia kadang rapuh. Entah, apa yang ada dalam dirinya, yang membuat ia begitu tegar, begitu kuat. Semoga segala pengorbanan, segala amal, untuk kesetiaan pada keluarga, untuk keikhlasannya akan dibalas dengan Surga Nya. Semoga mama selalu sehat, dan diberi ketenangan hati dan pikirannya. Amin
  • Oia, Chandra juga lagi skripsi sekarang. Dia juga masih selalu nemenin saya, kapanpun. Bersyukur, dia masih selalu menerima segala yang ada dalam diri saya, pun keadaan saya. Meskipun saya tau ini belum tentu selamanya. Tapi saat ini memang dia yang selalu bersedia ada untuk menjadi partner yang luar biasa. Bedanya, sekarang saya sering tidur duluan karena dia lama jawab line akibat main Line Lets Get Rich. Semoga Allah selalu beri dia dan keluarga kesehatan, Semoga segala kebaikannya pada saya dibalas oleh Allah. Amin
Untuk semua yang membaca ini. Doakan aku, ya! Semoga Anggit selalu diberi sehat, selalu diberi ketenangan hati, dan keikhlasan. Doakan agar Anggit terus selalu bersyukur akan apa yang sudah dimiliki. Amiiin.


September 04, 2014

7 AGUSTUS 2014

Hai.
Sudah lama tak kunjungi laman ini.

Aku kembali untuk menceritakan kebahagiaan yang ada pada hari jadi pacarku yang ke 21, tentu saja dengan cerita keseruan persiapannya.

7 Agustus 2014 lalu, Chandra genap berusia 21 tahun. Tahun kali kedua aku menemaninya di hari ulang tahunnya.
Persiapanku memang tidak se"heboh" tahun lalu, aku lebih santai, lebih pasrah, tak tau kenapa. Mungkin saja karena aku sudah tau kenyataan aku akan lebih sulit memberikan kejutannya dibanding tahun lalu yang meskipun malam takbiran itu.
Sulit? iya, terhitung tanggal 4 agustus aku dan teman-teman angkatan sudah menjalani PPL (yang mungkin dikampus lain namanya KKN, magang, PKL(dsb). Aku (entah disengaja atau tidak) bergabung satu kelompok dengan Chandra, juga dengan Falih, Nay, Wahab dan Cici. Iya, tak terasa sudah PPL menuju semester akhir, ya masih menuju, sih... Perasaan, baru kemarin Chandra datang untuk menemaniku saat menjadi panitia PKMJ, sekarang sudah hampir tiap hari aku melihatnya berpakaian rapih dari mulai bulan belum menghilang hingga bulan muncul lagi, ah... bagaimana aku makin tidak ingin kehilangannya......

Aku memutuskan membeli kado yang sama jenisnya dengan tahun lalu, sepatu. Tidak tau kenapa. Aku membelinya bersama orang yang juga menemaniku membeli kado tahun lalu, Nurul dan Riri. Sekalian kami melepas rindu juga buka puasa bersama.
Dengan pertimbangan yang lumayan panjang.Aku memilih sepatu semi-formal dengan tekstur kulit bertali warna abu-abu tua di Pedro-Kota Kasablanka.
Lega rasanya, padahal baru kado saja, sedangkan ku tau masih banyak yang harus dipersiapkan untuk acara "besar" sebulan mendatang.

Keesokan harinya, saat aku sedang berbincang di bbm dengannya, satu kalimat muncul di layar hp ku "Car! aku tau aku mau kado apa!" ku jawab dengan polosnya "apa?" "jaket harrington" ah.... agak kecewa sama diri sendiri, andai saja aku tahan emosi ku untuk sesegera mungkin membeli kado untuknya. Aku tak perlu berdebat panjang dengan sepupuku tentang sepatu mana yang harus kupilih.
Tujuan ku sih ingin Chandra senang dengan apa yang kuberikan untuknya, maka dari itu aku segera searching "Jaket Harrington" di akun instagramku karna aku tau aku akan sulit mencari jaket itu di store.

Setelah itu keadaan kembali seperti sedia kala, aku sedikit mengurungkan niat untuk membeli jaket. Sampai h-satu minggu. Ya, aku belum memikirkan kado yang yaaa bersifat handmade, hmm aku terkesan mulanya tidak ada niatan, terlebih aku tidak cekatan dalam hal tersebut. Tapi entah kenapa aku ingin memberikan sesuatu yang bersifat "menyampaikan pesan ucapan" dari orang terdekat. Keluarga dan teman-teman. Selama seminggu, ku kumpulkan ucapan. (Terima kasih Abang & mbak Citra - Abas Adi Seto Iyo Hasyim Pandu Dega Febri Wahab Falih Nay untuk ucapannya).



H-3. Aku memutuskan untuk membeli jaket. Jaket Harrington warna biiru dongker ku pesan di salah satu online shop.

H-2. The powe of kepepet. Ucapan yang sudah terkumpul aku buat editan ala-kadarnya-semampuku.

H-1. Semua ku usahakan pada hari ini, dari mulai izin ke ibu nya Chandra untuk datang ke rumahnya esok hari, cetak foto, dan beli kue. Abas selalu menjadi yang berjasa, dia yang menemaniku membeli kue di mall bekasi itu. Chocolate fresh cream cake dari Tous Les Jours dan 2 cheese muffin-nya bread talk.Tetapi, kado juga belum kubungku, jaket saja belum tiba.

Oya, Fyi, Chandra sedang dalam keadaan tidak sehat,akhir-akhir itu ia selalu tidur cepat lebih dari biasanya. Termasuk h-semalam hari ulang tahunnya.
Hari rabu itu, entah mengapa ada perasaan "tidak enak" sebut saja sedih dalam benak ku, lagi-lagi entah apa alasannya. Malam itu aku memutuskan untuk tidak menelepon, ya, aku tidak ingin mengganggu waktu istirahatnya. Hanya ucapan dan harapan ku agar hari ulang tahunnya menjadi hari yang baik untuknya. Lalu tidak sengaja terlelap. Chandra membalas pesanku pukul 03.00, mungkin saat itu ia terbangun.

Hari kamis, 7 Agustus 2014 diawali dengan sama seperti biasanya. Chandra menemuiku ditempat biasa untuk melanjutkan perjalanan penuh "rintangan" menuju Hang Jebat.
Jam istirahat, sebelumnya sudah minta tolong dengan teman-teman untuk membantu memberikan kejutan kecil untuk Chandra. Ya, sudah kuduga, gagal. Tidak apa, pun pacarku itu juga terlihat biasa saja. Memang niatku kejutan itu bukan menjadi kejutan utama yang membuatnya senang.
Sepulang kantor, aku memberikan kado (sepatu) dan bingkai berisi foto. Membuka kado bersama, aku lega melihatnya tersenyum kala membuka pemberian dariku. Foto-foto lalu chandra beranjak pulang.
Aku bergegas mandi, bbm ibu chandra, menghubungi teman-teman.... *mulai sibuk*
Lagi-lagi, abas membantuku, aku bersama dengannya menuju harapan baru pukul 19.30, sebelumnya chandra sudah bbm "kamu mau kesini? gausah car, besok kan masuk pagi" disaat aku sedang mempersiapkan segalanya.
Pukul 20,00-an, aku tiba dirumah iyo, sudah ada wahab dan cici juga disana, tak lama nay dan yanda. Langsung saja aku dan yang lain menuju jalan semangka 3 no. 21. Mempersiapkan kue dan... benar feelingku, yang ulang tahun tertidur. Ia bergegas bangun dan meniup lilin huruf happy birthday itu. Lagi, aku senang melihatnya senang.
Aku memberikan kado selanjutnya, hal ini yang (mungkin) membuatnya kaget. Dan lagi-lagi aku senang melihatnya tersenyum ketika membuka bungkus kado dariku. Foto-foto berbincang-bincang dan makan kue & spaghetty yang sudah disiapkan ibu chandra.

Aku memutuskan untuk ke bintara rumah riri, tidak pulang ke rumah, semua sudah kurencanakan sebelumnya...

Alhamdulillah atas semua yang sudah kulakukan untuk 7 Agustus tahun ini.... Alhamdulillah aku sudah diizinkan hadir (lagi) dalam ulang tahun chandra tahun ini. Bersyukur.

Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun yang ke 21, Sayang....
Harapan dan doa yang terbaik sudah kulantunkan hari itu....

I do love you, so much.

Your best partner,
Anggita.







Juni 12, 2014

Salahkan aku

Rasa sakit tertohok datang lagi
untuk mengusik waktu malamku

Lalu, siapa yang harus kusalahkan?
Kamu? Tentu saja tidak.
Teman-teman yang selalu tertawa lepas?
Sudah pasti bukan mereka.

Aku harus salahkan badanku yang tak kunjung mengurus?
Atau..
Salahkan lingkungan kediamanku yang jauh, padat, dan banyak polisi tidur?
Atau...
Oh, mungkin salahkan otak ku yang terkadang lama mencapai garis pemahaman?
Mungkin juga salahkan telingaku yang sering samar menangkap suara?
Bisa juga salahkan sikapku yang terlihat konyol, pandai mencari perhatian?

Ya, itu jawaban nya. Salahkan aku yang berlebihan.

April 24, 2014

pada-masa-nya.

"Mungkin hari ini kamu menerima apa adanya, kelak kamu akan berusaha menerima tidak adanya."
Kelak sudah tiba. Tiba masa nya. Sedang masa nya.
Masa dimana kamu berusaha menerima tidak adanya.
Masa dimana kamu berangan yang seharusnya.
Masa dimana kamu impikan lebih baiknya.
dan.. Masa dimana kamu berjuang untuk menepisnya.

"Mungkin hari ini kamu dimasa berusaha menerima tidak adanya, kelak kamu akan temui alasan segalanya"

Maret 19, 2014

Rasa Syukur di Bulan Februari

Sudah pertengahan bulan maret. AH... lagi dan lagi banyak yang seharusnya kuceritakan di laman ini.. Dan, terlewat.
Hai para penikmat tulisan, mungkin sebagian tau aku sangat menanti bulan Februari. Hari pertama di Februari.
Syukur tak henti dihari itu. Tepat jam 12 malam, orang yang sama dengan tahun lalu menjadi pemberi ucapan pertama, "selamat ulang tahun, sayang" begitu katanya dalam telefon. Walaupun dia belum mengungkapkan harapan-harapannya untukku, tapi aku yakin sudah banyak doa yang dia lantunkan untukku malam itu. Begitu pula dengan ibu, yang terbangun kala aku masih terjaga, "happy birthday, anakku" begitu kata personal message nya di bbm. Tanpa beri ucapan langsung, ku tetap tau sebelum melanjutkan tidurnya, ia sudah memanjatkan doanya khusus untuk putri tunggalnya yang genap kepala dua hari itu. Dalam hitungan menit saja, 2 orang terpenting sudah dapat kujadikan alasan mengapa aku wajib memulai ucap syukur. Saat pagi menjelang, 2 hartaku yang paling berharga, ayah dan eyang juga beri ucap ditambah ciuman hangat di pipi. Kami penghuni rumah sudah siap, menyambut para anak-anak yang tinggal di sekitar rumahku, untuk sekadar membagi kebahagiaan melalui masakan ibu dan sekadar rezeki yang kudapat, acara ditambah hikmat dengan doa. Saat menjelang sore, syukur yang kuucapkan makin bertumpuk dengan hadirnya kerabat kuliah dan SMA
Jenny Meita Resti Luis Dhavin Laras Maul. Terima kasih sudah menyempatkan datang.
Dan kalian, Nihaya & Karlina, tidak absen dengan pemberian unik ditambah pula surat dan selimut winnie the poohnya. Juga yanda yang turut meramaikan
Kalian, Falih Wahab Abas. Personil kurang lengkap, tapi perwakilan saja sudah cukup buatku tersenyum tak henti.
Dan, lagi lagi kamu. Terima kasih Chandra. Untuk segala usaha dan pemberiannya. Benda yang akan selalu berada di tangan kiriku ketika berpergian akan selalu ingatkanku tentang waktu yang tidak akan pernah bisa berulang. Untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik. Terima kasih banyak.
Sekali lagi, ucupku tak henti hingga hari berganti.


Hai para penikmat tulisan, mungkin sebagian tau aku sangat menanti bulan Februari. Tidak hanya hari pertama, tetapi segala hari yang ada di bulan itu selalu beriku mindset baik.
Tapi... tidak untuk tahun ini. Tidak sampai seminggu setelah hariku, papa harus terbaring di rumah sakit.
2 hari disana, berangsur baik tapi tidak untuk seterusnya. Papa terbaring lemah, setiap hari ada saja yang berkurang, hingga selang harus menempel dihidung dan mulutnya, sampai dokter berkata "ICU" meskipun nyatanya hal tersebut dibatalkan. Aku terpuruk, entah berapa cc air mata yang sudah jatuh dirumah sakit, dirumah, kampus, jalan. Hariku kuisi dengan diam, termenung, menangis, kadar makan yang sedikit. Doaku tak henti, rasa takut pun tak kunjung henti. Mama yang ah... dia wanita terhebat kataku. Aku merasa gagal, ketakutanku membuatku egois dan tidak bisa menguatkannya. Syukur, aku memiliki orang yang tidak absen menemaniku, tidak bosan menyerahkan pundaknya, tidak lupa selalu ingatkanku untuk doa sholat zikir baca qur'an, tidak mengeluh padahal aku tau tubuhnya lelah untuk menghabiskan waktunya dijalan harapan baru-rawamangun-pondok gede-jatiwaringin-harapan baru, tidak mengeluh atas kewajiban lain yang harus ia kerjakan di rumah, peluknya selalu buatku tenang kala itu. Belum lagi partner yang tak henti bertanya kabar papa, mama dan aku, yang selalu ada 24 jam, belum lagi bawaan bekal untukku tanda peringatan aku harus tetap jaga kesehatan. Teman-teman yang selalu tetap menceriakan hariku. Syukur....
Syukur teramat kupanjatkan ketika papa berhasil melawan masa kritisnya, masa dimana jari jemari membiru, dimana tubuhnya sudah mendingin, selang menempel, mama dan chandra melantunkan ayat suci dikedua telinganya dan papa... mampu melewatinya. Tidak hanya mama, papaku juga hebat :')

Segalanya yang terjadi sekejap itu pun buat aku tidak henti ucap syukur di bulan februari....
Terima kasih, kalian.
Terima kasih, Allah.