Maret 31, 2012

Pernah

Hujan, tak selalu menghantarkan rindu.
Terkadang dia mengirimkan tetesan
yang memukul dinding masa lalu.


Aku pernah mencintai hujan
 yang membantuku menyamarkan air mata.
Aku membenci kepalsuan
 tapi harus tersenyum walau duka meraja.


Aku pernah merasakan
 hangatmu memeluk sela jemari.
Memandang keluar jendela, menghitung sisa tetes hujan tadi.


Kamu, jarang merangkai aksara indah.
Tapi kamu selalu berhasil mengusir airmata
dan menghadirkan tawa.


Namun,
semua yang kini aku genggam hanyalah satu kata: pernah.
Bisa kah kamu kembali menjadi kamu?
Akankah kamu dan aku melebur menjadi kita?


…....... karena aku tak pernah suka pada kata pernah.


………………………………………………………tak pernah.

Maret 28, 2012

Kamu. Pasti.

jika rasa ini memang nyata.. maka ajarilah aku
tetap melaju tapi tak terjebak waktu
tetap berpusar tanpa harus terlempar
tetap mengalir tanpa harus berpikir
kamu, 
ketika rumus fisika majal
matematika menemui ajal
kimia tak lagi berguna
dan biologi hanya kata tanpa arti
kamu, ketika cinta menjawab satu definisi. Pasti.

Maret 19, 2012

Cinta.

Siapakah kita? Siapakah aku?
Kenapa kita dilahirkan ke dunia ini? Buat apakah semua ini?
Dan..Bagaimanakah akhirnya?
Semua pertanyaan ini mungkin tidak akan menemukan jawabannya hingga kita menutup mata
Namun.. selama aku hidup, inilah yang aku percaya
Bahwa.. aku ada karena adanya cinta
Bahwa.. aku hidup untuk cinta
dan, suatu hari aku akan berpulang kembali ke cinta
Cinta bukan berarti soal tertawa
Bukan juga berarti selalu bersedih
Cinta bukan berarti selalu mengetahui
tapi cinta.. berarti selalu memahami
Siapakah kita? Siapakah aku?
Pada akhirnya aku hanya bisa menjawab
Bahwa jati diri kita hanyalah satu,
yaitu cinta..
Karena kalau bukan karena cinta
Keberadaan kita di dunia pastilah kehilangan makna