Februari 10, 2018

itu akan selalu

aku
mungkin
bukan aku yang dulu
bukan lagi
yang selalu berdua
denganmu

waktu
telah
membawa aku pergi
tetapi
perasaanku
tetap saja
kepadamu

hari baik yang dulu
sudah baik padaku
terima kasih
aku suka.. kamu
itu akan..
selalu...


- Pidi baiq

November 10, 2017

Rasa

jarak
telah merusak
   maka rindu
   akan selalu merasuk
teriring rasa
yang disampaikan
lewat doa.

-a3

November 05, 2017

dua tahun ini

Hai
apa kabar?
Anggit ternyata masih sulit menepati janji untuk "curcol" disini lagi.
Kalau ingat, terakhir bilang akan jabarkan satu persatu perubahan hidup dalam 2 tahun ke belakang.
yha. lama dan sudah banyak sekali fase hidup yang saya alami 2 tahun ini.

Tentang bagaimana saya belajar bangkit kembali setelah Papa berpulang
Tentang bagaimana saya menyadari bahwa rezeki tidak bisa didapat secara instant
Tentang bagaimana saya pada akhirnya menjadi perantau

3 hal besar tersebut saya sadari telah banyak merubah diri saya, cara berpikir maupun cara pandang. yang terpenting, cara bertahan hidup maupun menghidupi.

Papa pulang...
ya, sampai saat saya menulis ini, papa sudah genap 2 tahun 2 bulan 15 hari meninggalkan saya, jangan tanya bagaimana rasanya. hancur, lebih hancur lagi hari dimana papa pulang bertepatan dengan sidang proposal, langkah awal saya membanggakannya. tapi saya percaya, papa lihat saya berusaha. papa tidak pergi meninggalkan saya, papa hanya berpulang, kepada Ia yang berhak. papa tidak pergi meninggalkan saya, ia berpulang untuk meninggalkan segala penyakitnya. papa tidak pergi meninggalkan saya, ia masih disini, menjaga saya. Sampai saat saya menulis ini, saya masih merindukannya.

Pemimpin yang "baik"...
ya, sampai saat saya menulis ini, saya sudah genap 1 tahun 2 bulan bekerja pada sebuah perusahaan korporat, yang namanya sudah tidak asing oleh kebanyakan orang Indonesia. awalnya, tidak mudah bagi saya untuk memilih. tidak mudah bagi saya untuk memutuskan (mungkin sementara) tidak berusaha mewujudkan impian mama saya, menjadi seorang pegawai negeri. tidak mudah bagi saya untuk harus merelakan "keluar jalur" dari latar belakang pendidikan yang saya miliki. ya, saya saat ini berada di perusahaan yang bergerak di industri hiburan. melalui "jalur cepat", saat ini saya menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam suatu cabang (saat ini) di Jawa Timur, Surabaya tepatnya. sejujurnya, makin hari makin berat saja bebannya. makin hari makin banyak saja permasalahan dan tantangannya. Dulu waktu kecil papa pernah bilang "Ade suatu saat nanti pasti bisa menjadi pemimpin yang baik". kalimat itu selalu saya ingat dan saya sadari menjadi suatu pertanda dari papa atas posisi saya sekarang. Dengan mengingat kalimat itu, ketika saya rasa saya harus menyerah saya bisa bangkit lagi. Sampai saat saya menulis ini, saya masih belajar untuk menjadi "baik" seperti yang papa katakan.

Jauh dari Ibukota...
ya, sampai saat saya menulis ini, saya sudah genap 8 bulan 24 hari meninggalkan Ibu Kota ke suatu Ibu Kota wilayah lain, Jawa Timur, Surabaya tepatnya. Sejak Februari lalu, saya (yang mulanya) dengan terpaksa harus meninggalkan Mama, Keluarga, Pacar, dan Teman-Teman saya di Jakarta. jangan tanya bagaimana rasanya. berat, berat sekali meninggalkan kebiasaan lama dan memulai hidup yang baru. awalnya tidak begitu berat karena saya diberangkatkan bersama 5 rekan saya yang lain. memasuki maret, satu per satu dari mereka harus meninggalkan Surabaya untuk "menjamah" kota lain. Depok, Tegal, Mataram, Pekanbaru, Palembang. itu artinya pula saya harus belajar untuk lebih mandiri dan "mendalami" bagaimana menjadi perantau di kota orang setelah ditinggalkan kelima rekan saya. jangan tanya bagaimana rasanya. sulit, sulit sekali menahan rindu dengan mama, sulit sekali menurunkan tingkat kecemasan saya padanya tiap harinya. sulit, mempertahankan hubungan yang sudah berjalan 4 tahun dan memulainya dengan nama "LDR" dengan drama-dramanya. Kemudahan perlahan mulai datang ketika saya sadari, disini, di kota ini, saya menemukan orang-orang yang dapat menjadi pengganti "keluarga" di Jakarta, saya merasakan ketulusan mereka untuk dapat "menemani" hari-hari saya sampai pada suatu saat nanti saya mungkin saja meninggalkan mereka. Sampai saat saya menulis ini, saya masih bersiap-siap untuk ditinggalkan dan mungkin meninggalkan.

Saya pikir, tulisan saya diatas terlalu singkat untuk membicarakan bagaimana 2 tahun hidup saya berubah. kurang lebihnya mungkin bisa ditanyakan kepada mereka yang saya tinggalkan dan meninggalkan saya. Saya bersyukur, sedari kecil, saya sudah diberi pelajaran olehNya untuk merasakan bagaimana hidup diatas, ditengah, maupun dibawah. Saya semakin bersyukur, ketika saya sadari saya memiliki orang-orang yang mampu menemani saya dengan kelebihan dan kekurangannya.

Buat kamu yang membaca cerita saya diatas, bagaimana hidupmu 2 tahun ini? semoga kamu selalu sehat dan bahagia :)

Maret 29, 2017

Aku sekarang

Aku sekarang
sudah punya gelar dibelakang namaku
Aku sekarang
sudah menjadi seorang anak yatim
Aku sekarang
sudah tidak memiliki eyang yang biasa membelaku
Aku sekarang
sudah lama tidak datang ke kampus
Aku sekarang
semakin punya banyak teman, bahkan keluarga
Aku sekarang
merindukan ayahku, bahkan juga ibuku
Aku sekarang
hampir 5 tahun menjalin hubungan dengan pacarku
Aku sekarang
makan nasi sehari satu kali
Aku sekarang
sudah bekerja di suatu perusahaan corporate
Aku sekarang
sulit merasakan indahnya weekend dan tanggal merah
Aku sekarang
sudah (sedikit) pandai bersyukur
Aku sekarang
sudah (sedikit) bisa menghargai perasaan orang lain
Aku sekarang
hampir setiap hari berhadapan langsung dengan orang banyak
Aku sekarang
berada di suatu kota, Surabaya
Aku sekarang
ingin pulang ke kotaku, Jakarta
Aku sekarang
berada di kosan
Aku sekarang
malas ke kantor
Aku sekarang
sadar akan sia-sianya mengeluh
Aku sekarang
paham akan beratnya suatu perjuangan
Aku sekarang
mengerti akan perjuangan yang tidak membohongi hasil
Aku sekarang
sudah lama tidak makan bubur ayam dan nasi uduk
Aku sekarang
belum sarapan
Aku sekarang
ingin menulis lagi (?)
Aku sekarang
Jadi tidak pandai menulis
Aku sekarang
Aku sekarang
Aku sekarang..


Hi, sudah 2 tahun ternyata ngga nulis disini. Apa kabar? Aku baik. baik sekali. hanya sedikit rindu dengan kampung halaman. apalagi jika mengingat banyaknya hal terjadi yang aku alami dari terakhir aku menulis disini. tidak hanya yang terjadi dan yang aku alami tapi bagaimana aku ber"proses" menjadi diriku saat ini, Aku sekarang..
Aku akan cerita disini langkah demi langkah. Kalau tidak malas, ya..


Mei 10, 2015

Doakan aku.

Hai. Sudah lebih dari setengah tahun ya ngga cerita disini. Lebih dari setengah tahun pula banyak banget kejadian yang saya alami. Banyak. Banget. Ternyata Allah masih ngasih kepercayaan ke saya untuk terus belajar bersyukur.


  • Februari kemarin, saya memasuki umur baru. 21. Tanggal 1 Februari masih selalu penuh keceriaan, sama seperti tahun lalu. Selama seminggu kedepannya saya juga masih dikasih kebahagiaan sama orang-orang yang sayang sama saya. Terima kasih banyak, Chandra, Wahab, Abas, Nihaya, Karlina, Cici, Yayah, Jenny, Meita, Maul, Jurik, Rete. Untuk waktu dan kesempatannya datang ke rumah, untuk kue dan hadiah-hadiahnya. Terima kasih tak terhingga juga buat Riri & Nurul. Untuk Mama & Papa, juga tak lupa Eyang Ti. Untuk segala kepercayaan dan doa kalian. Semoga Allah selalu melindungi kalian, selalu beri kalian kesehatan dan kebahagiaan. Amin.
  • Oia, Anggit udah skripsi sekarang, sudah dapat dosen pembimbing juga. tapi bab 1 juga belum kelar (disaat yang lain sudah siap wisuda) (panjang kalo diceritain disini tentang jurusan yang gangerti apa maunya). Doakan lancar, ya!
  • Papa keadaannya menurun semenjak drop dan harus rawat inap bulan maret lalu. Sekarang saya tidur bertiga sama papa & mama. Sekarang jadi shift malam, karena mama shift pagi sampai sore kalo Anggit kuliah atau ada urusan. Kadang senang kalau kami bisa tidur lelap hingga pagi menjelang. Papa udah capek katanya. Tapi bersyukur saya, mama, dan keluarga papa punya kekuatan untuk terus beri semangat ke papa. Papa katanya masih mau liat Anggit wisuda. Masih mau liat Anggit dapet kerja. Katanya papa mau Anggit punya uang banyak biar bisa berangkatin papa & mama haji. Doakan aku, ya!
  • Eyang Ti pun begitu. Sudah lansia terkadang ada saja yang ada dipikirannya. Kesehatannya juga menurun. Namun bersyukur, Ia masih semangat. Bersyukur anak-anaknya tidak absen memperhatikannya, cucu-cucunya makin hari makin sayang padanya, dan juga cicit nya yang saat ini menjadi penyemangat dan alasan dia dapat tersenyum pun tertawa lepas. Semoga Allah selalu beri ketenangan hati padanya.
  • Mama masih semangat, meskipun saya tau ia kadang rapuh. Entah, apa yang ada dalam dirinya, yang membuat ia begitu tegar, begitu kuat. Semoga segala pengorbanan, segala amal, untuk kesetiaan pada keluarga, untuk keikhlasannya akan dibalas dengan Surga Nya. Semoga mama selalu sehat, dan diberi ketenangan hati dan pikirannya. Amin
  • Oia, Chandra juga lagi skripsi sekarang. Dia juga masih selalu nemenin saya, kapanpun. Bersyukur, dia masih selalu menerima segala yang ada dalam diri saya, pun keadaan saya. Meskipun saya tau ini belum tentu selamanya. Tapi saat ini memang dia yang selalu bersedia ada untuk menjadi partner yang luar biasa. Bedanya, sekarang saya sering tidur duluan karena dia lama jawab line akibat main Line Lets Get Rich. Semoga Allah selalu beri dia dan keluarga kesehatan, Semoga segala kebaikannya pada saya dibalas oleh Allah. Amin
Untuk semua yang membaca ini. Doakan aku, ya! Semoga Anggit selalu diberi sehat, selalu diberi ketenangan hati, dan keikhlasan. Doakan agar Anggit terus selalu bersyukur akan apa yang sudah dimiliki. Amiiin.


September 04, 2014

7 AGUSTUS 2014

Hai.
Sudah lama tak kunjungi laman ini.

Aku kembali untuk menceritakan kebahagiaan yang ada pada hari jadi pacarku yang ke 21, tentu saja dengan cerita keseruan persiapannya.

7 Agustus 2014 lalu, Chandra genap berusia 21 tahun. Tahun kali kedua aku menemaninya di hari ulang tahunnya.
Persiapanku memang tidak se"heboh" tahun lalu, aku lebih santai, lebih pasrah, tak tau kenapa. Mungkin saja karena aku sudah tau kenyataan aku akan lebih sulit memberikan kejutannya dibanding tahun lalu yang meskipun malam takbiran itu.
Sulit? iya, terhitung tanggal 4 agustus aku dan teman-teman angkatan sudah menjalani PPL (yang mungkin dikampus lain namanya KKN, magang, PKL(dsb). Aku (entah disengaja atau tidak) bergabung satu kelompok dengan Chandra, juga dengan Falih, Nay, Wahab dan Cici. Iya, tak terasa sudah PPL menuju semester akhir, ya masih menuju, sih... Perasaan, baru kemarin Chandra datang untuk menemaniku saat menjadi panitia PKMJ, sekarang sudah hampir tiap hari aku melihatnya berpakaian rapih dari mulai bulan belum menghilang hingga bulan muncul lagi, ah... bagaimana aku makin tidak ingin kehilangannya......

Aku memutuskan membeli kado yang sama jenisnya dengan tahun lalu, sepatu. Tidak tau kenapa. Aku membelinya bersama orang yang juga menemaniku membeli kado tahun lalu, Nurul dan Riri. Sekalian kami melepas rindu juga buka puasa bersama.
Dengan pertimbangan yang lumayan panjang.Aku memilih sepatu semi-formal dengan tekstur kulit bertali warna abu-abu tua di Pedro-Kota Kasablanka.
Lega rasanya, padahal baru kado saja, sedangkan ku tau masih banyak yang harus dipersiapkan untuk acara "besar" sebulan mendatang.

Keesokan harinya, saat aku sedang berbincang di bbm dengannya, satu kalimat muncul di layar hp ku "Car! aku tau aku mau kado apa!" ku jawab dengan polosnya "apa?" "jaket harrington" ah.... agak kecewa sama diri sendiri, andai saja aku tahan emosi ku untuk sesegera mungkin membeli kado untuknya. Aku tak perlu berdebat panjang dengan sepupuku tentang sepatu mana yang harus kupilih.
Tujuan ku sih ingin Chandra senang dengan apa yang kuberikan untuknya, maka dari itu aku segera searching "Jaket Harrington" di akun instagramku karna aku tau aku akan sulit mencari jaket itu di store.

Setelah itu keadaan kembali seperti sedia kala, aku sedikit mengurungkan niat untuk membeli jaket. Sampai h-satu minggu. Ya, aku belum memikirkan kado yang yaaa bersifat handmade, hmm aku terkesan mulanya tidak ada niatan, terlebih aku tidak cekatan dalam hal tersebut. Tapi entah kenapa aku ingin memberikan sesuatu yang bersifat "menyampaikan pesan ucapan" dari orang terdekat. Keluarga dan teman-teman. Selama seminggu, ku kumpulkan ucapan. (Terima kasih Abang & mbak Citra - Abas Adi Seto Iyo Hasyim Pandu Dega Febri Wahab Falih Nay untuk ucapannya).



H-3. Aku memutuskan untuk membeli jaket. Jaket Harrington warna biiru dongker ku pesan di salah satu online shop.

H-2. The powe of kepepet. Ucapan yang sudah terkumpul aku buat editan ala-kadarnya-semampuku.

H-1. Semua ku usahakan pada hari ini, dari mulai izin ke ibu nya Chandra untuk datang ke rumahnya esok hari, cetak foto, dan beli kue. Abas selalu menjadi yang berjasa, dia yang menemaniku membeli kue di mall bekasi itu. Chocolate fresh cream cake dari Tous Les Jours dan 2 cheese muffin-nya bread talk.Tetapi, kado juga belum kubungku, jaket saja belum tiba.

Oya, Fyi, Chandra sedang dalam keadaan tidak sehat,akhir-akhir itu ia selalu tidur cepat lebih dari biasanya. Termasuk h-semalam hari ulang tahunnya.
Hari rabu itu, entah mengapa ada perasaan "tidak enak" sebut saja sedih dalam benak ku, lagi-lagi entah apa alasannya. Malam itu aku memutuskan untuk tidak menelepon, ya, aku tidak ingin mengganggu waktu istirahatnya. Hanya ucapan dan harapan ku agar hari ulang tahunnya menjadi hari yang baik untuknya. Lalu tidak sengaja terlelap. Chandra membalas pesanku pukul 03.00, mungkin saat itu ia terbangun.

Hari kamis, 7 Agustus 2014 diawali dengan sama seperti biasanya. Chandra menemuiku ditempat biasa untuk melanjutkan perjalanan penuh "rintangan" menuju Hang Jebat.
Jam istirahat, sebelumnya sudah minta tolong dengan teman-teman untuk membantu memberikan kejutan kecil untuk Chandra. Ya, sudah kuduga, gagal. Tidak apa, pun pacarku itu juga terlihat biasa saja. Memang niatku kejutan itu bukan menjadi kejutan utama yang membuatnya senang.
Sepulang kantor, aku memberikan kado (sepatu) dan bingkai berisi foto. Membuka kado bersama, aku lega melihatnya tersenyum kala membuka pemberian dariku. Foto-foto lalu chandra beranjak pulang.
Aku bergegas mandi, bbm ibu chandra, menghubungi teman-teman.... *mulai sibuk*
Lagi-lagi, abas membantuku, aku bersama dengannya menuju harapan baru pukul 19.30, sebelumnya chandra sudah bbm "kamu mau kesini? gausah car, besok kan masuk pagi" disaat aku sedang mempersiapkan segalanya.
Pukul 20,00-an, aku tiba dirumah iyo, sudah ada wahab dan cici juga disana, tak lama nay dan yanda. Langsung saja aku dan yang lain menuju jalan semangka 3 no. 21. Mempersiapkan kue dan... benar feelingku, yang ulang tahun tertidur. Ia bergegas bangun dan meniup lilin huruf happy birthday itu. Lagi, aku senang melihatnya senang.
Aku memberikan kado selanjutnya, hal ini yang (mungkin) membuatnya kaget. Dan lagi-lagi aku senang melihatnya tersenyum ketika membuka bungkus kado dariku. Foto-foto berbincang-bincang dan makan kue & spaghetty yang sudah disiapkan ibu chandra.

Aku memutuskan untuk ke bintara rumah riri, tidak pulang ke rumah, semua sudah kurencanakan sebelumnya...

Alhamdulillah atas semua yang sudah kulakukan untuk 7 Agustus tahun ini.... Alhamdulillah aku sudah diizinkan hadir (lagi) dalam ulang tahun chandra tahun ini. Bersyukur.

Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun yang ke 21, Sayang....
Harapan dan doa yang terbaik sudah kulantunkan hari itu....

I do love you, so much.

Your best partner,
Anggita.







Juni 12, 2014

Salahkan aku

Rasa sakit tertohok datang lagi
untuk mengusik waktu malamku

Lalu, siapa yang harus kusalahkan?
Kamu? Tentu saja tidak.
Teman-teman yang selalu tertawa lepas?
Sudah pasti bukan mereka.

Aku harus salahkan badanku yang tak kunjung mengurus?
Atau..
Salahkan lingkungan kediamanku yang jauh, padat, dan banyak polisi tidur?
Atau...
Oh, mungkin salahkan otak ku yang terkadang lama mencapai garis pemahaman?
Mungkin juga salahkan telingaku yang sering samar menangkap suara?
Bisa juga salahkan sikapku yang terlihat konyol, pandai mencari perhatian?

Ya, itu jawaban nya. Salahkan aku yang berlebihan.

April 24, 2014

pada-masa-nya.

"Mungkin hari ini kamu menerima apa adanya, kelak kamu akan berusaha menerima tidak adanya."
Kelak sudah tiba. Tiba masa nya. Sedang masa nya.
Masa dimana kamu berusaha menerima tidak adanya.
Masa dimana kamu berangan yang seharusnya.
Masa dimana kamu impikan lebih baiknya.
dan.. Masa dimana kamu berjuang untuk menepisnya.

"Mungkin hari ini kamu dimasa berusaha menerima tidak adanya, kelak kamu akan temui alasan segalanya"

Maret 19, 2014

Rasa Syukur di Bulan Februari

Sudah pertengahan bulan maret. AH... lagi dan lagi banyak yang seharusnya kuceritakan di laman ini.. Dan, terlewat.
Hai para penikmat tulisan, mungkin sebagian tau aku sangat menanti bulan Februari. Hari pertama di Februari.
Syukur tak henti dihari itu. Tepat jam 12 malam, orang yang sama dengan tahun lalu menjadi pemberi ucapan pertama, "selamat ulang tahun, sayang" begitu katanya dalam telefon. Walaupun dia belum mengungkapkan harapan-harapannya untukku, tapi aku yakin sudah banyak doa yang dia lantunkan untukku malam itu. Begitu pula dengan ibu, yang terbangun kala aku masih terjaga, "happy birthday, anakku" begitu kata personal message nya di bbm. Tanpa beri ucapan langsung, ku tetap tau sebelum melanjutkan tidurnya, ia sudah memanjatkan doanya khusus untuk putri tunggalnya yang genap kepala dua hari itu. Dalam hitungan menit saja, 2 orang terpenting sudah dapat kujadikan alasan mengapa aku wajib memulai ucap syukur. Saat pagi menjelang, 2 hartaku yang paling berharga, ayah dan eyang juga beri ucap ditambah ciuman hangat di pipi. Kami penghuni rumah sudah siap, menyambut para anak-anak yang tinggal di sekitar rumahku, untuk sekadar membagi kebahagiaan melalui masakan ibu dan sekadar rezeki yang kudapat, acara ditambah hikmat dengan doa. Saat menjelang sore, syukur yang kuucapkan makin bertumpuk dengan hadirnya kerabat kuliah dan SMA
Jenny Meita Resti Luis Dhavin Laras Maul. Terima kasih sudah menyempatkan datang.
Dan kalian, Nihaya & Karlina, tidak absen dengan pemberian unik ditambah pula surat dan selimut winnie the poohnya. Juga yanda yang turut meramaikan
Kalian, Falih Wahab Abas. Personil kurang lengkap, tapi perwakilan saja sudah cukup buatku tersenyum tak henti.
Dan, lagi lagi kamu. Terima kasih Chandra. Untuk segala usaha dan pemberiannya. Benda yang akan selalu berada di tangan kiriku ketika berpergian akan selalu ingatkanku tentang waktu yang tidak akan pernah bisa berulang. Untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik. Terima kasih banyak.
Sekali lagi, ucupku tak henti hingga hari berganti.


Hai para penikmat tulisan, mungkin sebagian tau aku sangat menanti bulan Februari. Tidak hanya hari pertama, tetapi segala hari yang ada di bulan itu selalu beriku mindset baik.
Tapi... tidak untuk tahun ini. Tidak sampai seminggu setelah hariku, papa harus terbaring di rumah sakit.
2 hari disana, berangsur baik tapi tidak untuk seterusnya. Papa terbaring lemah, setiap hari ada saja yang berkurang, hingga selang harus menempel dihidung dan mulutnya, sampai dokter berkata "ICU" meskipun nyatanya hal tersebut dibatalkan. Aku terpuruk, entah berapa cc air mata yang sudah jatuh dirumah sakit, dirumah, kampus, jalan. Hariku kuisi dengan diam, termenung, menangis, kadar makan yang sedikit. Doaku tak henti, rasa takut pun tak kunjung henti. Mama yang ah... dia wanita terhebat kataku. Aku merasa gagal, ketakutanku membuatku egois dan tidak bisa menguatkannya. Syukur, aku memiliki orang yang tidak absen menemaniku, tidak bosan menyerahkan pundaknya, tidak lupa selalu ingatkanku untuk doa sholat zikir baca qur'an, tidak mengeluh padahal aku tau tubuhnya lelah untuk menghabiskan waktunya dijalan harapan baru-rawamangun-pondok gede-jatiwaringin-harapan baru, tidak mengeluh atas kewajiban lain yang harus ia kerjakan di rumah, peluknya selalu buatku tenang kala itu. Belum lagi partner yang tak henti bertanya kabar papa, mama dan aku, yang selalu ada 24 jam, belum lagi bawaan bekal untukku tanda peringatan aku harus tetap jaga kesehatan. Teman-teman yang selalu tetap menceriakan hariku. Syukur....
Syukur teramat kupanjatkan ketika papa berhasil melawan masa kritisnya, masa dimana jari jemari membiru, dimana tubuhnya sudah mendingin, selang menempel, mama dan chandra melantunkan ayat suci dikedua telinganya dan papa... mampu melewatinya. Tidak hanya mama, papaku juga hebat :')

Segalanya yang terjadi sekejap itu pun buat aku tidak henti ucap syukur di bulan februari....
Terima kasih, kalian.
Terima kasih, Allah.


Maret 17, 2014

Bila

"Bila ku lelah tetaplah disini
jangan tinggalkan aku sendiri,
Bila ku marah biarkan ku bersandar
jangan kau pergi untuk menghindar"

Januari 06, 2014

Hai,

Hai, namaku Anggita.
Soal percintaan, aku memang lemah.
Dulu, kata beberapa teman SMA ku aku penyabar sekali bahkan bisa terlihat bodoh.
Sekarang, kata mata teman kuliah aku terlihat egois..
Pada saat masa pendekatan aku melihat pacarku seperti orang yang emosional, tertutup. Itu yang mulanya membuatku ragu.
Berbanding terbalik denganku yang memainkan emosiku sendiri tanpaku perlihatkan, terbuka kepada orang yang ku percaya, bahkan terkesan berlebihan jika menyatakan suatu hal.

Beberapa hal yang perlu diketahui adalah;
1. aku pencemburu. berbeda dengan temanku yang tidak percaya dengan hal ini, tapi malah aku tanamkan sifat itu, tidak pernah dengan benda, keluarga atau temanteman sejenis, tetapi wanita, sekalipun temanku. Silahkan cibir aku sepuasnya.
2. aku berlebihan. dalam hal berfikir bertindak berucap. Bercandaku terkesan serius, seriusku terkesan bercanda. Emosipun berlehbihan meski ku tahan sendiri. Aku cengeng, suka sekali menangis bila hatiku sedikit saja "disentuh"
3. aku manja, jujur, manja yang kumaksud bukan soal minta antar jemput atau minta disuapin atau minta dibawain tas atau minta dihapuskan air mata ketika menangis, persetan untuk itu semua. Aku manja untuk mencari perhatian dari pacarku. Bukan, bukan berarti pacarku kurang memberi perhatian, justru sebaliknya, Aku seperti memiliki siasat untuk memperbanyak waktuku dengannya melalui cara itu. Jika kalian tau, aku seringkali berkata padanya hal yang sebetulnya tidak aku rasakan. "Aku lagi kepengen makan baso deh" itu ku katakan hanya karena ingin menghabiskan waktu sore ku dengannya, bukan benar-benar ingin makan baso. Silahkan katakan aku wanita yang tidak bersyukur.
4. aku egois, 3 point diatas jika digabungkan akan menghasilkan point ke 4 ini.Jika dilihat lebih dalam, aku lah yang selalu egis, aku mementingkan kemauan diriku sendiri tanpa memikiran kondisi, waktu, dan kesehatan pacarku. Out of control.

Perlu diketahui juga, pacarku sudah berubah ketika awal kami bersama. Pacarku sudah mampu mengontrol emosinya, dia juga sudah sedikit terbuka padaku. Parahnya, dia selalu mengatakan "iya" tentang keegoisanku, kemanjaanku. Mengapa parah? Iya, pacarku sama saja menghalalkan dosa yang sudah kuperbuat. Dalam paragraf ini aku sembari mengingat apa yang pernah ia katakan "Mungkin di otakku yg ada sekarang hanya memikirkan gimana caranya buat kamu bahagia dan selalu mengabulkan permintaan kamu yang kamu mau dan inginkan". Sungguh, kalimat yang selalu menamparku ketika aku sadar akan sifatku.

Seharusnya aku tau dan paham. Puncaknya, pacarku (mungkin) lelah akan kemanjaan palsuku, sampai-sampai dia tidak bisa membedakan, sampai dia memiliki persepsi lain, memang salah ku.Dan cuma aku yang harus mengubahnya.

Segitu saja tentang aku dan keegoisanku..
Semoga pacarku selalu memaafkan..
Semoga aku satu-satu nya wanita yang se-egois-itu.
Silahkan berfikir apapun tentang aku,
jangan lupa berdoa untuk aku dapat mengubah segalanya itu.
Amin..

Januari 01, 2014

Terima kasih, 2013


2014. Selamat tahun baru untuk kalian yang selalu bersyukur akan karuniaNya.

Biarkan aku menekan tombol rewind pada tape recorder kehidupanku dalam 2013..

Terima kasih Januari, atas kesempatan baik bersama orang terbaik di "rumah" terbaik
Terima kasih Februari, untuk selalu menjadi bulan terbaik dalam setahun
Terima kasih Maret, atas keberanian untuk maju satu langkah
Terima kasih April, untuk cobaan yang menjadi pengalaman terbaik dalam hidup
Terima kasih Mei, atas segala pengorbanan yang dilakukan
Terima kasih Juni, untuk pertengahan tahun yang pantas diperjuangkan
Terima kasih Juli, atas berkah ramadhan yang tiada putusnya
Terima kasih Agustus, atas bulan penuh cinta dari orang terdekat
Terima kasih September, untuk seluruh semangat yang terkumpul
Terima kasih Oktober, untuk semua hasil dari kerja keras dan rasa cinta
Terima kasih November, untuk selalu bersabar menjadi bulan penuh keluhan
Terima kasih Desember, atas pelajaran akhir tahun yang menghasilkan syukur

Terima kasih, keluarga kecil
Terima kasih, sahabat
Terima kasih, lingkup kampus
Terima kasih, Seulanga
Terima kasih, Chandra
Terima kasih, tidak lupa, selalu, Allah..

Oktober 27, 2013

Selamat!

SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL! SELAMAT MINGGU UTS!

September 22, 2013

Tentang Agustus

Selalu merasa senang bersama kamu.
Meskipun ada kalanya emosi masih tak terkendali.
Aku syukuri apa yang telah dilewati di bulan ini.
Bertambah lagi bulan baikku: Agusutus.
Semua yang terjadi kala ini tetap kusebut pelajaran dalam perjalanan.
Kunikmati rintangannya, kusyukuri telah melewatkannya.
Semuanya tentang kamu di bulan ini.
Semoga semua hal baik dibulan ini bukan pertanda buruk untuk bulan-bulan berikutnya. I wish we've got happiness in every steps we take and strength in facing difficulties :)
Amiin..


Ini. Tentang Agustus:










Anggita Ambar Astari



Agustus 08, 2013

Selamat Ulang Tahun, Chandra

Hai. Sekarang sudah tanggal 8.
Selamat Idul Fitri untuk kalian umat muslim di seluruh penjuru dunia. Semoga Allah selalu memberkahi kehidupan kalian dengan jalanNya yang luar biasa. Amin..

Kemarin, tanggal  7 Agustus. Chandra, mengulangi hari lahir nya yang ke 20.
Pertama kali, jadi udah lebay makin lebay deh.
Berfikir tentang hadiah dan kejutannya.
Makin kesini makin tenang karena semua teratasi, tapi makin banyak juga halangannya.
Kebimbangan sama semua nya yang diantara 2 pilihan..
Biru dongker atau abu-abu
39 atau 40
Nike atau Puma
40x60 atau 40x50
sampai yang ter-paling, pagi atau malam
Belum lagi, mengumpulkan keberanian yang ya karna semua serba pertama
Aku sudah bilang sama Chandra "Maaf karna tidak ada kejutan, maaf tidak bisa seluarbiasa februari kemarin, tapi.. I'll do my best."
Semua dilakukan sendiri dengan bantuan mereka yang luarbiasa baik.

Terima kasih Nurul & Mbak Asti sudah nemenin beli hadiah, juga Riri & Mas Aryo saran nya.
Terima kasih Nihaya yang sudah kasih peta jalan menuju toko prapatan, dan ide-ide baiknya.
Terima kasih Abas, Iyo, dan Wahab sudah mau dibawelin dan direpotkan, sudah memeriahkan ulangtahun chandra.
Terima kasih Ibu dan Ayah Chandra, buat izin dan ide mematikan lampunya.
Terima kasih Mama. Sudah ditemenin ke toko prapatan, ditemenin beli kue, saran hadiah, saran jailin Chandra, menenangkan kala hujan, surat izin keluar pas takbiran. ah you're the best!!
Dan Terima kasih, Chandra. Sudah tetap merasa senang walaupun kejutan dan hadiahnya sudah "terlihat".
Trust me, your smile when you saw me there melegakan sekali :")

Meskipun aku belum menceritakan komplit hari Chandra. Tapi, sudah kusyukuri tiap kejadiannya, sudah kubanggakan apa yang sudah aku lakukan.

Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun yang ke 20 Chandra.
Doa yang paling baik tentang kamu sudah kulantunkan kemarin.
Doa darimu dan dari semua teman-teman sudah ku Amin kan.



Greeting card. Baca deh tuh miring-miring. Hyuf~

Angka 2 nya kebalik -.- untung cintanya ga kebalik

See? I'll do my best :')


"Forget how long you've lived. Look at how much you've accomplished until now and how far you've got to go"
"You don't only get older, but you also have to get better"

Happy 20th Birthday, Muhamad Chandra Munandar ♥


Yang menyayangimu,
Anggita :)

Agustus 01, 2013

Allah itu baik

Everything will be ok.
Klasik, terkadang terkesan "bullshit".
But, Allah itu baik.
Semua memang akan tetap dan selalu baik-baik saja, mindset.

Banyak orang, teman-teman mungkin yang ngga tau bagaimana perjalanan hidup saya.
Pun begitupun saya, tidak tau dan tidak akan bisa mendalami perjalanan hidup dari mereka di sosial saya.
Saya, kamu, kalian, punya jalan hidup masing-masing yang tidak seluruhnya dapat diketahui yang lain.

Saya juga tidak ingin dianggap sombong maupun dikasihani..
Catatan elektronik ini tercipta karena kepercayaan saya akan "menulis bisa menetralisir segalanya"

Lalu intinya apa?
Allah itu baik, Allah itu maha mengetahui.
Saya belajar dari ibu, "Apalah arti memberi meskipun dalam kekurangan".
Saya belajar dari karib, "Kalau soal kesehatan terutama makanan uang tidak perlu di khawatirkan"
Rezeki itu tidak akan habis hanya karna "memberi" dan "kesehatan". Allah itu baik.

Allah itu baik, luar biasa baik. Saya bersyukur bisa merasakan dan menyadarinya.

Juli 21, 2013

JALAN-JALAN MEN

Ini.... sambungin aja sama post blog naya yang baru.
Sebetulnya udah tau travelseries ini udah lama, dari awal juga udah suka, tapi pas diliat-liat lagi emang "pecyah to pecyah to pecyah to pecyah!!" sejauh ini juga favorite nya Aceh! awww suasana liburan tontonanya liburan ya jadi pengen liburan (?)

Btw, Naya Anindita itu........ fyuh boleh naksir (?)

Can't wait buat episode Jawa Timur! duh yuk kesana yuk! Jalan-jalan yuk!



JALAN-JALAN MEN!

Mei 20, 2013


Mei.
Entah kenapa selalu buruk tiap tahunnya.
Bukan, bukan karena tidak bersyukur.
Bukan karena mengkhianati prinsip hidup.
Hanya ada sedikit cacat didalamnya..
"Cacat" dalam hatiku lebih tepatnya, selalu berpedoman buruk pada bulan ini
Sampai ya benar.. hal-hal terkecil hingga terbesar menimpaku.
Ya, aku terlalu sering berlebihan dalam pengungkapan kata
Aku terlalu berlebihan dalam pemikiran tentang arti diriku dalam kehidupan orang lain
Aku terlalu berlebihan dalam menilai diriku sendiri

Kata ibuku, belajarlah dari pengalaman
Kata temanku, cari positf untuk menutupi negatif
Kata pacarku, sudah terjadi mau diapain lagi

Lalu? apa yang bisa aku katakan? apa yang perlu aku lakukan?
Nihil.

Lalu kenapa selalu aku
Kenapa selalu terjadi seperti ini
Kenapa harus berulang?
Dan.. kenapa selalu menyalahkan diri sendiri, git?

Memang kesalahanmu kan, git?

Mei 16, 2013

Reason


You are the reason why when I'm in trouble, I'm still smiling..